Senin, 31 Januari 2011

Analogi Cinta/Hati

Gantungan Kunci
Aku galau setiap melihat gantungan kunci
— kenapa?
di satu sisi hatiku tergantung di satu sosok tapi aku juga bingung untuk mendapatkan kunci yang dapat membuka hatiku dan menguncinya rapat
_____
Anyaman Bambu
Anyaman terdiri dari dua arah untuk membuatnya (vertikal-horizontal)
Cinta membutuhkan ikatan erat yang saling menambal dari 2 arah hati yang saling bertautan agar kuat
_____
Permen Asemcinta itu seperti permen asem, enak dan bikin nagih
_____
Tali Sepatu
Tali sepatu seakan tidak berguna bila hanya terpasang pada sepatu, kedua ujungnya perlu diikat agar sepatu tidak lepas dan mudah berjalan
Hati juga percuma kalau hanya terpasang di badan
perlu hati yang lain untuk saling ditautkan dengan erat agar terasa tidak hampa
dan dalam perjalanan hidup kita akan lebih mudah dalam berjalan
_____
Radio
Kita sebagai pendengar radio mencari frekuensi atau sinyal yang ingin kita nikmati sepanjang hari karena isi acara tersebut menarik dan cocok dengan yang kita inginkan sepanjang hari
Hati mencari "isi" dari seorang lainnya karena menarik dan cocok agar bisa menemaninya sepanjang hidup
_____
Kopi Pahit
Cinta itu pahit tapi membuat orang ketagihan menikmatinya
_____
Kertas
Hati mudah tersobek
tapi kita bisa menulis kisah indah dan berkesan sebelum menjadi potongan-potongan kecil
_____
Kabel Barang Elektronik
Menancap di satu tempat dan tersengat oleh aliran cinta
Lalu hati kita menyala
_____
Teko Air
Teko berisi air yang dapat melegakan rasa dahaga orang yang kehausan
Hati berisi cinta yang dapat membasuh hati yang kering oleh sepi menjadi segar kembali
_____
Retsleting
Hati itu seperti retsleting,
bisa tertutup dan terbuka, kadang macet atau dol
orang lain hanya bisa melihat tampak luarnya saja
tapi, hanya aku sendirilah yang tahu isinya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0dak0aYMZjRWiCtv7MgJYEAsBtR97xAKeAxGNunIwkUQVqlLn8ot5Hu1rQBl6f17I9twnQCQyp0wGsQSPDWhLJ6rhWcsnYNRr4Xvvo0PesRkAGqa6sveiGrvooSupPUFc1Sx27z_F2XiD/s400/HEART+LOU.jpg

Sabtu, 08 Januari 2011

Selimut Kegelapan

Aku terkubur
terjebak dalam kepalsuan
dibalik tanah dusta bersembunyi
dengan segala pohon ekspresi
untuk menutup jati diri

disengsarakan situasi
meresahkan hati nurani
mereka-reka keputusan Ilahi

sejak senyumku mengembang
maka mataku berpura-pura sejalan
menutupi lubang hati yang tersimpan jauh di dalam
ditinggal pergi cahaya untuk kembali ditutupi tirai kegelapan
tak perlu air mata untuk meringankan beban
dan meminta maaf atas dosa yang bertumpukan
telah luntur pula kepercayaan dan hilangnya perhatian
karena kita sudah tenggelam dalam seribu kesalahan

Kamis, 06 Januari 2011

Cinta itu . . . (Buta)

w : apakah kamu cinta aku?
p : iya
w : apakah kamu percaya cinta itu buta?
p : iya
w : sekarang liat aku! kucolok matamu hingga buta, agar terbukti cintamu padaku
___
w : apakah kamu percaya cinta itu buta?
p : percaya
w : apakah kamu cinta aku?
p : sejujurnya engga, fisik kamu kurang menarik buat aku, bahasa kasarnya kamu itu jelek
w : berarti 3 tahun ini kamu ga pernah paham arti cinta itu buta
p : bukan gitu, aku percaya kalau aku lagi buta waktu milih kamu, dan aku terpaksa cinta, untuk aplikasi dari cinta itu buta, dan aku percaya cinta itu buta gara-gara itu
___
w : bagaimana kamu mendeskripsikan cinta yang?
p : aku mendeskripsikan cinta itu buta
w : bagaimana?
p : setiap aku bertemu denganmu aku berusaha memejamkan mata lebih lama agar aku cinta sama kamu, karena bila melihatmu, jumlah cintaku berkurang padamu. Kadang juga aku berharap buta agar aku benar-benar cinta sama kamu
___
p : aku heran kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu, padahal kamu kan dulu cuma sainganku di kantor, dan aku membencimu
w : aku juga tidak tahu, cinta datang begitu aja, seperti halnya dengan ketidaksengajaan pandangan pertama
___
w : bagaimana bisa kamu cinta sama aku? aku kan orang miskin dan kamu pengusaha kaya
p : karena cinta itu buta, tidak melihat orang dari kasta atau status sosial, cuma aku menikmati saja kebutaan cintaku padamu
___
w : apakah kamu percaya cinta itu buta?
p : aku percaya
w : bagaimana bisa?
p : karena kita hanya mengobrol lewat dunia maya, tanpa pernah tatap muka, tapi aku sudah merasakan benar-benar jatuh cinta terhadapmu
___
w : apakah kamu percaya cinta itu buta?
p : dengan keadaanku seperti ini aku percaya, sejak aku mengenalmu, aku tak pernah melihat wajahmu, dan perlukah aku memberi alasan buat kamu untuk cinta? aku rasa tidak, aku hanya tahu kamu menerima aku bagaimanapun kondisi yang aku punya, dan hanya dengan hal itu aku menumbuhkan benih cinta, yang tiap hari tumbuh subur karena kamu selalu menerima aku tanpa keluhan
___
p : aku semakin percaya cinta itu buta
w : kenapa? apa persepsimu?
p : karena dahulu waktu pertama kali kita ketemu 50 tahun lalu aku tertarik padamu, aku tertarik akan fisikmu, hingga kita menikah, aku masih hanya tertarik pada fisikmu, tapi setelah berjalannya waktu, kamu ngajarin aku supaya aku ga liat fisik kamu, dan ketika kita sudah tua renta aku masih betah sama kamu, karena aku udah ga liat kamu dari fisik kamu lagi. Kini saat-saat terakhirku aku ucapkan terima kasih karena kamu udah ngajarin aku apa arti cinta

http://phoenix.web.id/wp-content/uploads/2010/11/love_is_blind_.jpg

bocah sepi

senyap ia larut
tak pernah sedikitpun ternikmati
melirik 8 penjuru angin dan ia tetap sendiri
dia bilang ia sepi
dia rasakan itu sunyi
tapi dia masih kuat berdiri
tak mau kalah dari rumput yang setia menari

kini ia menerawang malam
dia bilang ini masih sepi
dia rasakan ini masih sunyi
tapi ia bisa regangkan punggung kini

Senin, 03 Januari 2011

Terima Kasih Sore !

Lagi, matahari berjalan pulang
entah dimana rumahnya
udara telah berhembus lelah
sejuk santai sore hari

ratusan hari terlewatkan
berpapasan dan berlalu hampa
untuk dia,
sore hari

hingga dipertemukan kembali di halaman belakang rumah
titik berjumpa dan bertukar sapa
untuk kembali melayang di istananya

kuterima kado sore
untuk mengacuhkanku atas bising polusi jalan raya
oleh burung yang berkicauan, hinggap terbang pergi,
lincah kesana kemari
oleh kupu-kupu yang memamerkan kepakkan anggunnya
dan senyum cerah yang ditawarkan lukisan langit
hingga tegak kembali kaki bangkit melangkah

untuk : sore hari di halaman belakang rumah cibiru yang tidak tentu waktu untuk dinikmati terakhir kalinya

http://thefineartprintgallery.com/images/afternoon-sky-at-popham-we.jpg

Jumat, 31 Desember 2010

Tahun ini terus berganti

Selamat tahun baru
setidaknya setiap tahun akan terjadi pergantian tahun
adakah hal istimewa untuk dirayakan?
semua orang punya jawaban berbeda

mungkin detik-detik ini
evaluasi diri jangka panjang
dalam setahun
dan pembuatan program renovasi diri jangka panjang
untuk setahun berikut

Selamat memperbarui

gambar : http://www.nierva.com/wp-content/uploads/2008/12/new-years-eve-fireworks-display.jpg

Cerita Semalam

pagi yang datang
buat aku lupa kegiatan semalam
seakan menerangkan jalan pikiranku
dari dosa-dosa jahanam

cahaya hangat mentari
tidak dinikmati indah
oleh bapak tua china itu
bapak yang aku bakar tokonya
dia kulihat berlutut tak percaya
tak ada lagi usaha yang dimilikinya selama ini
akibat diriku dan teman-temanku

dengan riuh suara sepeda motor
kami mencari tawa
memecah kesunyian malam
menunjukan diri, meyombongkan diri
berniat melibas siapapun yang menghalangi jalan kami
tak usah dipertanyakan keadaan kami
Mabuk! sudah biasa

niat itu entah datang darimana
dengan bensin seadanya
kami ambil dari kendaraan kami
cipratkan pada sebuah toko alat listrik
semudah membakar rokok
kami memantik korek

kukira api kecil
ternyata ledakan besar
tahun baru serasa datang lebih awal

kami bahagia, kami tertawa
hanya saat itu saja

Aku Melihat Kamu (Jauh)

para bapak ahli fisika
tolong bantu aku
menghitung jarak yang kami punya
konversikan dalam nano
agar aku tahu
bahwa itu benar jauh
dengan angka yang ada

untuk mata yang kupunya
aku hanya bisa melihat
dari balik persembunyian ini
tirai kepura-puraan ini
tabir memuja secara rahasia

para ahli fisika lainnya
tolong bantu aku
menghitung waktu yang kubunuh bersama pandangan ini
konversikan dalam tahun
agar angka yang muncul itu kecil hasilnya

untuk kesabaran yang ada
tidakkah kau benci dengan ketakutan diriku?
rasa malu dan menutup diri
hinggap mengelilingi
untuk sekedar mengangkat kaki yang kan melangkah pun sulit
kupikir ku tak mampu untuk menjejakkannya walau sedikit

sudahlah
kucukupkan semua ini
biarkan aku menikmati karunia alam ini
memandang bidadari cantik
hanya dari sini

Kamis, 30 Desember 2010

Aku Melihat Kamu (Jauh di Sana)

Aku lihat matamu
kosong...

Aku melihatmu
jauh di balik indera mata
mungkin beban, mungkin sedih, mungkin keluh
mengganjal dari binar mata yang redup

Aku tidak melihatmu melihat padaku
aku di hadapanmu
dan kau objek pandangku

untuk apa disini
terus menunggu kau kembali kesini
mungkin karena cerita masa lalu yang terlampau bahagia
yang tidak pernah mampu dihapuskan dari catatan ingatan

saat kau hilang logika
aku tetap setia
setelah alami celaka
aku berusaha membuat kau bahagia
dan saat kini kau amnesia
aku tak pernah tahu harus berbuat apa

dengan hilang semua kenanganmu
bukan sama dengan menghilangkan kenanganku

aku akan selalu terjaga
untuk menatap mata yang hampa
menggali kembali asa
jauh di dalam sana

Aku Melihat Kamu (Itu Aku)

Semudah mencaci
aku membuat kesimpulan
dari secuil perilakumu

Semudah memaki
aku melihatmu
sinis. . .

Terkadang memuji
mungkin hanya sesekali
kagum atas ketidakmampuan sendiri

Aku melihatmu
seperti aku bercermin di pagi hari
di kaca bangunan lusuh kota mati



kebiasaan manusia yang cepat menilai orang lain
bukan karena ia tahu karakter orang yang ia nilai
tapi ia melihatnya dari sisi kehidupannya sendiri
sisi keseharian dan sifat-sifatnya
baik buruk orang karena ia lihat dari dirinya

Jumat, 24 Desember 2010

Ketika Kumohon

Ketika kumohon kekuatan
Allah memberiku kesulitan agar ku kuat
Ketika kumohon kebijaksanaan
Allah memberiku masalah untuk kupecahkan
Ketika kumohon kesejahteraan
Allah memberiku akal untuk berpikir
Ketika kumohon keberanian
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi
Ketika kumohon cinta
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong
Ketika kumohon bantuan
Allah memberiku kesempatan

Aku tidak pernah menerima apa yang kupinta
tapi aku menerima apa yang kubutuhkan


*sebuah rangkaian kalimat yang terdapat dari pesan singkat yang dikirimkan oleh seorang sahabat

Kata Indah dari Pesan Singkat

alangkah syahdu menjadi kepompong
berkarya dalam diam, bertahan dalam kesempitan
tetapi bila ada waktu menjadi kupu-kupu
tak ada pilihan lain selain terbang menari
melantun kebaikan antara bunga
menebar keindahan pada dunia
dan angin pun memeluknya
dalam sejuk wangi surga



Hidup adalah belajar
belajar ikhlas,
walau kadang tak rela
belajar taat, 
walau kadang berat
belajar bertahan,
walau kadang tak kuat
belajar memahami, 
walau kadang tak sehati

belajar tentang kehidupan
belajar menjadi lebih baik
bukan sempurna
karena kesempurnaan bukan milik kita manusia

pesan singkat ini didapat dari seorang teman bernama Ala Nurdin
dia seorang senior saya di kampus
dia juga merupakan pementhor yang saya kagumi

(walau saya jarang ikut menthoring, hehehe)
teman sharing yang menyenangkan juga n.n
saya bisa banyak belajar darinya

Selasa, 14 Desember 2010

cahaya keraguan

cukup waktu untuk memutarkan bumi sekali mengelilingi matahari
dan kini aku merayap di tepi langit mencari kepastian
melewati rekayasa halusnya awan yang seakan lembut tapi menjebak agar terjatuhkan

aku rasa aku telah menggapai sang bintang yang kuimpikan
yang selalu kuperhatikan dan tak lepas dari pengamatan
mata mengintip melihat genggam telapak tangan yang berisi kosong
tangan ini belum menggenggam apapun
bintang pun hanya membalas tatapanku, bukan menghampiri

setiap saat bintang itu berpijar
aku yakini sebuah kepastian dia datang dan terus menerangiku dengan cahaya
tidak peduli ada matahari yang menang kala mewarnai siang
dan malam yang menghapuskan terang

aku hanya melihatmu mengedipkan cahaya
bukan benderang
atau mungkin akulah yang tidak melihat kau benderang
karena ku sendiri tidak melihat terang
 

Minggu, 21 November 2010

kau semakin tua

aku tidak pernah tahu persis
berapa waktu yang terlewatkan
antara kau dan aku
dari tahun-tahun yang seharusnya kita lalui
dengan tanganmu menggenggam tanganku
agar jalanku terbimbing, agar langkahku bertujuan pasti

bocahku,
kubiarkan bermain dengan impian keluarga yang utuh
kubebaskan ia menjelajah pelosok kesenangan semu
bahagiaku disana pada saat itu memudar dan terhapuskan di masa kini
masa dewasa

dewasaku,
kubiarkan kenangan yang pahit bila ditumpahkan pada kata sebagai sekedar angin lalu
kusimpan ia rapat dalam peti kenangan
kenangan indah bersama "partnermu"
kau dan "partnermu"lah yang membuatku harus ke dunia ini
dunia realitas yang sungguh tak nyata

saat ketidaksengajaan mengarahkan ruang pandangku
kuintip wajahmu,
kau semakin tua,
sesosok lelaki berjuluk bapak-bapak
kau semakin tua
saat ku terus beranjak dewasa
dan kau tampak semakin tua
ketika waktu berputar dan membesarkanku

kesadaranku pada ketuaanmu
membuncahkan hasrat tangis
tangis dengan rasa yang ku tidak pernah tahu apa namanya
tangis dengan rasa yang ku tidak pernah tahu darimana datangnya
tangisan ini menyayat,
sungguh meninggalkan bekas
tanpa air mata, tanpa nafas sengal
tangisan ini menyiksa memori lampau dan memori kini
dengan doaku padamu
kuharap tangis ini terobati dan takkan pernah ku mendapat cap durhaka darimu

skenario putih

aku pernah muda
mereka panggil aku si bocah
tidak pernah mereka salahkan mimpiku, hina anganku, atau melihat separuh mata citaku

melihat masa depan,
menata hidup kini,
nikmati di waktu nanti

dulu adalah aku akan berjas dan berdasi
kini aku orang yang hanya mengutil baju di pasar baru
dulu adalah aku akan memiliki mobil, dan menjadi bos yang tunjuk sini-sana
kini aku penodong pengemudi mobil, penyelinap rumah mewah, dan menguntit mencari mangsa kesitu kemari
dulu adalah aku akan jujur, ringan tangan membantu, senyum sapa ramah pada setiap yang dijumpai
kini aku sinistik, membrutal sadis, tipu nafasku, ringan tangan menghajar
dulu adalah aku akan alim dan putih
kini aku merasa indahnya "tobat" menuju alam gelap

kelam...
suram...
skenarioku tak pernah berjalan
terima kasih keadaan, terima kasih ligkungan
aku tidak akan pernah mampu menatap Sang Tuhan

Sabtu, 13 November 2010

bukan tidak mau maju

"raihlah tanganku, mari kita berjalan maju"

"beri aku sedikit waktu untuk terdiam"

"bukankah di depan sana banyak hal tidak terduga yang bisa membuat bibirmu tersungging ke atas?"

"ya, tapi cukup beri waktu saja, aku hanya ingin sedikit melangkah mundur, meresapi kejatuhanku, larut dalam tergelincirnya, aku tidak mau maju dulu agar aku tidak jatuh dengan cara yang sama dan lama yang kuusahakan untuk kembali berdiri tegap, masih beruntung aku dapat dibantu bangun olehmu tadi, namun apa jadinya bila aku tak dapat menemukanmu"

"ah sudahlah, tak apa kamu maju sekarang bersamaku, yang membuat manusia jadi seorang manusia adalah kesalahan. wajar bila kamu salah. kesalahan yang tak henti diperbuat adalah penguat cap manusia pada aku, kamu dan mereka."

"....., baiklah tapi aku tak akan melakukan kesalahan yang sama, karena jatuh kembali pada lubang yang sama itu bukan menyakitkan tapi mengesalkan bagiku"

"terserah deh, sekarang akan ku tarik tanganmu dengan paksa"

Minggu, 31 Oktober 2010

diantara mimpi dan nyata

malam menjelang
aku terjaga, masih terjaga
dengan segala riaknya, aku betah susuri jengkal-jengkal kehidupan
aku tak bisa tidur, aku sudah tak terbiasa tidur malam
aku sudah bersahabat dengan malam saat ini
ketika ku ingin terlelap
pagilah yang kutunggu datang
pagi yang gelap, pagi yang belum disinggahi matahari
dengan nikmat gelap yang kudapat aku rasa berbunga setiap malam

inilah aku di alam mimpiku
dengan segala cerita khayalan yang membawa alam sadar pergi jauh
dengan segala fantasi dan imajinasi yang rumit untuk dipahami
tapi kisah malam ini bukan khayalan, fantasi, ataupun imajinasi
ia datang dalam mimpiku
orang yang selalu kuharap masih ada disini

ia datang membawa kisah duka
ia membayang dengan kabar telah tiada
ia memang telah tiada
tapi saat mimpi itu menghampiriku, aku rasa dia ada di dunia nyata
hanya perasaan
dengan segala duga, sedih itu menyayat nyata
kini aku rasa dia kembali ada
entah dimana

dan mimpi itu begitu membekas,
dan nyata itu kian terasa semu,
saat kembali terjaga, aku tak tahu dimana aku berada

sedih senang begitulah cerita hidupnya

untuk cerita yang sudah lama tertanam
untuk derita batin yang begitu mengakar
mengapa sekarang lebih menyulitkan
untuk dia si anak yang sudah tak bisa disebut bocah kecil

anak (a) : memang aku masih bisa disebut beruntung, tidak seperti mereka yang tidak punya orang tua sama sekali, tapi bagiku ini cukup menyiksa, sungguh cukup menyiksa
narator (n) : haruskah kamu mengeluh?
a : tidak tahu, tapi begitulah, aku harus bagaimana?
n : ada masalah apa?
a : ketika aku kehilangan ibuku, aku sadar aku hanya tinggal memiliki satu orang tua. Memang dia tidak pergi kabur begitu saja, memang di masih menafkahi lahiriahku, memang dia masih mau bertemu, walau sangat jarang ku dapat menghitungnya. Kini, ketika kusadari hal itu, aku tidak pernah tahu rasa apa yang harus kupilih ketika bertemu dengannya.
n : bukankah harusnya senang
a : kupikir juga begitu, aku juga berusaha untuk senang, tapi ketika suatu waktu ia datang menemuiku, dia hanya bagaikan seorang investor saham suatu bisnis yang hanya melihat sedikit saja sisi luarku dengan bertanya penampilanku dan baju-bajuku, bukan kehidupan yang terjadi dalam hidupku. Ketika bertemu saat itu, ia hanya sedikit menyapa yang bagiku bukanlah sebuah sapaan sama sekali, dan berkata "bapak pegi lagi, buru-buru nih". Oke, apakah hubungan anak-ayah seperti itu yang seharusnya terjadi. Apakah itu sikap seorang ayah yang jarang bertemu dengan anaknya? Apakah itu yang harus dilakukan ketika anaknya pun jarang memberi kabar karena ingin lebih ditanya, bukan memberi tahu. Begitu rumitnya cerita masa laluku hingga aku tidak mau menceritakannya, begitu sakitya hatiku ketika ia mencampakkan ibuku, begitu dalamnya  sakit yang ia tanam dalam hatiku hingga aku tak punya lagi kekuatan untuk cerita semua hal itu.
n : oke, lalu?
a : yah begitulah aku sampai sekarang masih bingung tentangnya, dan aku tidak tahu harus senang dengannya karena ialah orangtuaku satu-satunya, atau kecewa setiap bertemu dengannya karena kukira ia telah berubah sejak ibu tak ada. mungkin kan kusikapi datar saja keberadaannya
n : satu saranku, tetaplah bersyukur nak

hidup orang memang berbeda, tapi begitulah adanya ketika jalan cerita dihadapi masing-masing individu
dan begini mungkin mimpinya
gambar : http://soulmotion.com/images/father-son-silhouette.jpg

inspirasi diambil dari sebuah tempat yang tidak ada

Sabtu, 23 Oktober 2010

bocah yang terbuang

cukup lama aku berkelana
merajut langkah melanjut hidup
tanpa arah, tanpa tujuan
dan cukuplah malam terselimuti resah
isyarat taman hati yang tak kunjung basah

di hela nafas yang ku punya
terkubur hasrat untuk bertanya
dimanakah mereka?
bahagiakah mereka?

saat ingin kususul mereka
berjumpa, dan sekedar lihat wajahnya
aku takluk, 
oleh dahsyatnya pesan mereka
yang tertanam jauh di dalam dada
"nyawamu bukan ditanganmu"

semakin jauh aku pergi
semakin melonjak hati tuk kembali
pulang ke kampung halaman
pulang ke tempat aku dilahirkan
dimana sempat ku tahu kebahagiaan
dimana disitulah rekaman kehidupan
yang kini tergeletak berpuing-puingan
akibat ledakan, akibat pertempuran, akibat peperangan

dan kini aku terbuang
menjadi sampah jalanan
terperangkap dalam indah kenangan

tahukah kalian?
air mata ini untuk kalian?
ayah, ibu, adik, paman yang telah berjalan di peristirahatan

inspirasi : dari para anak yang menjadi korban perang

Kamis, 21 Oktober 2010

pelaut tak berlayar

hidup didera angin
pijaki ombak susuri hari
gelap tak jadi gelisah
terang itu adalah tenang

si petualang air
penjelajah samudera
penantang cuaca
penikmat alam raya

dialah badanku
dialah mataku
dialah seluruh ragaku
tapi tidak dengan pikiranku
pelayaranku kini hanya selalu membawa jasadku
bukan aku

imajinku berkata
bukan ini nikmat yang aku pinta
walau terus kuterjang air namun hatiku tinggal di pesisir

bertahun terlewati
kukenal ombak dan samudera layaknya kekasihku
tapi suatu saat berjumpa pesisir
aku terjatuh, terjatuh pada hasrat nikmat sang koloni pasir

kini aku bimbang
dimana aku telah melewati masa lama dengan samudera
dimana aku ingin tinggal memijaki tanah tanpa cemas tenggelam di lautan
kuharap satu waktu aku dapat hidup lama disana
di pesisir yang aku inginkan dan aku rindukan


gambar : http://www.survivethesavagesea.com/images/Lucette_at_sunset.jpg