Senin, 25 Juli 2011

Sepenggal Bisik

aku ingin beliau dengar
sepenggal bisik ucapan setahun sekali
seperti dulu saat tawa tidak hanya memori

selamat ulang tahun Ibu

Sabtu, 25 Juni 2011

Prasangka Cemburu

Jangan diam
seakan bibirmu kelu, seakan lidahmu kaku
membenihkan curiga, membutakan mata

aku tak mau meraba
semua rasa yang ada dalam hawa
aku tak mau menduga
semua yang belum tentu nyata
aku tak mau berprasangka
lalu hanya untuk menimbulkan dosa

dingin, kamu terasa dingin
seolah aku tak pernah tersengat matahari
membuat ku terbakar
api yang panas, api emosi, api cemburu
memanggang hati, mengabukan rasa
karena kau telah pantikkan percik ke atas lumuran minyak yang ku lumuri

aku teriak kepanasan
aku terjerat kemarahan
hanya untuk sebuah dugaan
prasangka cemburu

gambar : http://www.thehealthstore.co.nz/images/burn%20heart.jpg

Sabtu, 18 Juni 2011

Pa?

so, how could you make things so complicated
i said that i hate you so
left me, left us
could be easier for me right now?
you should know i can never hate you anymore
not because about the money
its because the blood i had from you

Jumat, 06 Mei 2011

Peri Kecil

melayang-layang
terbang dalam pikiran
membacakan mantra
menyihir jiwa
dengan kepakan sayapnya ia hipnotiskan cinta

peri kecil hadir di tiap malam
menyuntikan efek kafein
membuat terjaga
untuk meresapi setiap detik malam yang begitu berharga
temani gelap menyongsong hangat
mengisi kekosongan hati

semakin larut maka diri semakin hanyut
terbawa suasana karena selalu membuat terpana
sang peri kecil yang membahanakan malam

terima kasih sang peri kecil
kini kau memegang tanganku
percayakan jalan terang di setiap langkah kita

Tampak Hitam

udara mengalir membelai wajahku
lembut menenangkan
segar terhirup melegakan sesak dalam dada
menghembus membisikan telinga
terbayang indah dalam ruang imajinasi

dialog, langkah kaki, tawa, tangisan
tidak bisa kulewatkan dalam pendengaran
karena semua hanya tampak hitam dalam penglihatan

visual mati menohok hati
takkan lagi kunikmati pemandangan dunia berupa cinta dan benci

Senin, 07 Maret 2011

Sebuah Kisah Botol Air Mineral

Hei kamu!
yang melihat padaku tajam
bukankah kamu tertarik padaku?
tertarik akan tubuhku yang berdiri tegap dan anggun melambai padamu
pilihlah aku!
pilihlah aku!
walau 1000 lainnya menggoda padamu
aku harap kamu memilihku dan membawaku bersamamu

saat kau memilihku
kau memegangku erat
apa kau takut kehilanganku?
apa yang membuat kau tertarik padaku
saat aku bersamamu aku yakin kau tidak melihat apa yang kumiliki dari tampak luar saja

senangnya aku bisa berjalan-jalan bersamamu
berlari di pagi hari, bersantai di taman, dan beristirahat di rumahmu


hei! apa yang kau lakukan?
kau menciumku!
andai ku bisa melepasmu dan menghindar dari bibirmu
tapi aku pasrah,
kau membuatku lemas dan tak berdaya
asalkan kau bahagia dan puas terhadapku

hei! tapi mengapa kini kau begitu sadis
kau menghisap semua jiwaku
kau menghabiskan semua isi ragaku
tak tersisa
bisa apa aku tanpa itu
betapa tega dirimu
kamu lebih mirip malaikat pencabut nyawa daripada manusia bagiku!

kini aku lemas tidak berdaya
aku kembali pasrah
saat hati manusia kau buat remuk secara konotasi
aku merasakan nyata pada tubuhku
tak berbentuk lagi

saat aku merasa istimewa
aku telah salah besar
kamu telah mencampakkanku
meninggalkanku bersama tumpukkan mirip diriku disini
di tempat bau dan busuk,
kambing hitam atas segala bencana air bah

http://bungcikal.files.wordpress.com/2010/03/botol-air-mineral.jpg

Jumat, 11 Februari 2011

Pikiranku (Ada Kamu)

di sela-sela lamunan
& : eh? siapa kamu?

$ : . . .

& : kok kamu sembarangan ada di pikiran saya?

$ : . . .

& : siapa yang ngundang atau nyuruh kamu disini?

$ : . . .

& : saya ngerasa kenal kamu, tapi ngapain kamu ada di pikiran saya?

$ : semua jawaban ada di kamu, yang menyediakan ruang buatku disini itu kamu, apa kamu ga sadar? apakah aku betah disini atau enggak itu juga kembali ke kamu lagi, bukan ruang kepalamu yang sempit, tapi luasnya ruangan pikiran kamu yang cuma kamu sediain buat aku

& : kalo ditanya seneng atau ga, kamu seneng ga disini?

$ : cuma kamu yang bisa jawab

& : berapa lama kamu mau disini?

$ : terserah kamu

& : ya udah kalo gitu, jangan pergi yah, tetep disini aja

Senin, 31 Januari 2011

Analogi Cinta/Hati

Gantungan Kunci
Aku galau setiap melihat gantungan kunci
— kenapa?
di satu sisi hatiku tergantung di satu sosok tapi aku juga bingung untuk mendapatkan kunci yang dapat membuka hatiku dan menguncinya rapat
_____
Anyaman Bambu
Anyaman terdiri dari dua arah untuk membuatnya (vertikal-horizontal)
Cinta membutuhkan ikatan erat yang saling menambal dari 2 arah hati yang saling bertautan agar kuat
_____
Permen Asemcinta itu seperti permen asem, enak dan bikin nagih
_____
Tali Sepatu
Tali sepatu seakan tidak berguna bila hanya terpasang pada sepatu, kedua ujungnya perlu diikat agar sepatu tidak lepas dan mudah berjalan
Hati juga percuma kalau hanya terpasang di badan
perlu hati yang lain untuk saling ditautkan dengan erat agar terasa tidak hampa
dan dalam perjalanan hidup kita akan lebih mudah dalam berjalan
_____
Radio
Kita sebagai pendengar radio mencari frekuensi atau sinyal yang ingin kita nikmati sepanjang hari karena isi acara tersebut menarik dan cocok dengan yang kita inginkan sepanjang hari
Hati mencari "isi" dari seorang lainnya karena menarik dan cocok agar bisa menemaninya sepanjang hidup
_____
Kopi Pahit
Cinta itu pahit tapi membuat orang ketagihan menikmatinya
_____
Kertas
Hati mudah tersobek
tapi kita bisa menulis kisah indah dan berkesan sebelum menjadi potongan-potongan kecil
_____
Kabel Barang Elektronik
Menancap di satu tempat dan tersengat oleh aliran cinta
Lalu hati kita menyala
_____
Teko Air
Teko berisi air yang dapat melegakan rasa dahaga orang yang kehausan
Hati berisi cinta yang dapat membasuh hati yang kering oleh sepi menjadi segar kembali
_____
Retsleting
Hati itu seperti retsleting,
bisa tertutup dan terbuka, kadang macet atau dol
orang lain hanya bisa melihat tampak luarnya saja
tapi, hanya aku sendirilah yang tahu isinya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0dak0aYMZjRWiCtv7MgJYEAsBtR97xAKeAxGNunIwkUQVqlLn8ot5Hu1rQBl6f17I9twnQCQyp0wGsQSPDWhLJ6rhWcsnYNRr4Xvvo0PesRkAGqa6sveiGrvooSupPUFc1Sx27z_F2XiD/s400/HEART+LOU.jpg

Sabtu, 08 Januari 2011

Selimut Kegelapan

Aku terkubur
terjebak dalam kepalsuan
dibalik tanah dusta bersembunyi
dengan segala pohon ekspresi
untuk menutup jati diri

disengsarakan situasi
meresahkan hati nurani
mereka-reka keputusan Ilahi

sejak senyumku mengembang
maka mataku berpura-pura sejalan
menutupi lubang hati yang tersimpan jauh di dalam
ditinggal pergi cahaya untuk kembali ditutupi tirai kegelapan
tak perlu air mata untuk meringankan beban
dan meminta maaf atas dosa yang bertumpukan
telah luntur pula kepercayaan dan hilangnya perhatian
karena kita sudah tenggelam dalam seribu kesalahan

Kamis, 06 Januari 2011

Cinta itu . . . (Buta)

w : apakah kamu cinta aku?
p : iya
w : apakah kamu percaya cinta itu buta?
p : iya
w : sekarang liat aku! kucolok matamu hingga buta, agar terbukti cintamu padaku
___
w : apakah kamu percaya cinta itu buta?
p : percaya
w : apakah kamu cinta aku?
p : sejujurnya engga, fisik kamu kurang menarik buat aku, bahasa kasarnya kamu itu jelek
w : berarti 3 tahun ini kamu ga pernah paham arti cinta itu buta
p : bukan gitu, aku percaya kalau aku lagi buta waktu milih kamu, dan aku terpaksa cinta, untuk aplikasi dari cinta itu buta, dan aku percaya cinta itu buta gara-gara itu
___
w : bagaimana kamu mendeskripsikan cinta yang?
p : aku mendeskripsikan cinta itu buta
w : bagaimana?
p : setiap aku bertemu denganmu aku berusaha memejamkan mata lebih lama agar aku cinta sama kamu, karena bila melihatmu, jumlah cintaku berkurang padamu. Kadang juga aku berharap buta agar aku benar-benar cinta sama kamu
___
p : aku heran kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu, padahal kamu kan dulu cuma sainganku di kantor, dan aku membencimu
w : aku juga tidak tahu, cinta datang begitu aja, seperti halnya dengan ketidaksengajaan pandangan pertama
___
w : bagaimana bisa kamu cinta sama aku? aku kan orang miskin dan kamu pengusaha kaya
p : karena cinta itu buta, tidak melihat orang dari kasta atau status sosial, cuma aku menikmati saja kebutaan cintaku padamu
___
w : apakah kamu percaya cinta itu buta?
p : aku percaya
w : bagaimana bisa?
p : karena kita hanya mengobrol lewat dunia maya, tanpa pernah tatap muka, tapi aku sudah merasakan benar-benar jatuh cinta terhadapmu
___
w : apakah kamu percaya cinta itu buta?
p : dengan keadaanku seperti ini aku percaya, sejak aku mengenalmu, aku tak pernah melihat wajahmu, dan perlukah aku memberi alasan buat kamu untuk cinta? aku rasa tidak, aku hanya tahu kamu menerima aku bagaimanapun kondisi yang aku punya, dan hanya dengan hal itu aku menumbuhkan benih cinta, yang tiap hari tumbuh subur karena kamu selalu menerima aku tanpa keluhan
___
p : aku semakin percaya cinta itu buta
w : kenapa? apa persepsimu?
p : karena dahulu waktu pertama kali kita ketemu 50 tahun lalu aku tertarik padamu, aku tertarik akan fisikmu, hingga kita menikah, aku masih hanya tertarik pada fisikmu, tapi setelah berjalannya waktu, kamu ngajarin aku supaya aku ga liat fisik kamu, dan ketika kita sudah tua renta aku masih betah sama kamu, karena aku udah ga liat kamu dari fisik kamu lagi. Kini saat-saat terakhirku aku ucapkan terima kasih karena kamu udah ngajarin aku apa arti cinta

http://phoenix.web.id/wp-content/uploads/2010/11/love_is_blind_.jpg

bocah sepi

senyap ia larut
tak pernah sedikitpun ternikmati
melirik 8 penjuru angin dan ia tetap sendiri
dia bilang ia sepi
dia rasakan itu sunyi
tapi dia masih kuat berdiri
tak mau kalah dari rumput yang setia menari

kini ia menerawang malam
dia bilang ini masih sepi
dia rasakan ini masih sunyi
tapi ia bisa regangkan punggung kini

Senin, 03 Januari 2011

Terima Kasih Sore !

Lagi, matahari berjalan pulang
entah dimana rumahnya
udara telah berhembus lelah
sejuk santai sore hari

ratusan hari terlewatkan
berpapasan dan berlalu hampa
untuk dia,
sore hari

hingga dipertemukan kembali di halaman belakang rumah
titik berjumpa dan bertukar sapa
untuk kembali melayang di istananya

kuterima kado sore
untuk mengacuhkanku atas bising polusi jalan raya
oleh burung yang berkicauan, hinggap terbang pergi,
lincah kesana kemari
oleh kupu-kupu yang memamerkan kepakkan anggunnya
dan senyum cerah yang ditawarkan lukisan langit
hingga tegak kembali kaki bangkit melangkah

untuk : sore hari di halaman belakang rumah cibiru yang tidak tentu waktu untuk dinikmati terakhir kalinya

http://thefineartprintgallery.com/images/afternoon-sky-at-popham-we.jpg

Jumat, 31 Desember 2010

Tahun ini terus berganti

Selamat tahun baru
setidaknya setiap tahun akan terjadi pergantian tahun
adakah hal istimewa untuk dirayakan?
semua orang punya jawaban berbeda

mungkin detik-detik ini
evaluasi diri jangka panjang
dalam setahun
dan pembuatan program renovasi diri jangka panjang
untuk setahun berikut

Selamat memperbarui

gambar : http://www.nierva.com/wp-content/uploads/2008/12/new-years-eve-fireworks-display.jpg

Cerita Semalam

pagi yang datang
buat aku lupa kegiatan semalam
seakan menerangkan jalan pikiranku
dari dosa-dosa jahanam

cahaya hangat mentari
tidak dinikmati indah
oleh bapak tua china itu
bapak yang aku bakar tokonya
dia kulihat berlutut tak percaya
tak ada lagi usaha yang dimilikinya selama ini
akibat diriku dan teman-temanku

dengan riuh suara sepeda motor
kami mencari tawa
memecah kesunyian malam
menunjukan diri, meyombongkan diri
berniat melibas siapapun yang menghalangi jalan kami
tak usah dipertanyakan keadaan kami
Mabuk! sudah biasa

niat itu entah datang darimana
dengan bensin seadanya
kami ambil dari kendaraan kami
cipratkan pada sebuah toko alat listrik
semudah membakar rokok
kami memantik korek

kukira api kecil
ternyata ledakan besar
tahun baru serasa datang lebih awal

kami bahagia, kami tertawa
hanya saat itu saja

Aku Melihat Kamu (Jauh)

para bapak ahli fisika
tolong bantu aku
menghitung jarak yang kami punya
konversikan dalam nano
agar aku tahu
bahwa itu benar jauh
dengan angka yang ada

untuk mata yang kupunya
aku hanya bisa melihat
dari balik persembunyian ini
tirai kepura-puraan ini
tabir memuja secara rahasia

para ahli fisika lainnya
tolong bantu aku
menghitung waktu yang kubunuh bersama pandangan ini
konversikan dalam tahun
agar angka yang muncul itu kecil hasilnya

untuk kesabaran yang ada
tidakkah kau benci dengan ketakutan diriku?
rasa malu dan menutup diri
hinggap mengelilingi
untuk sekedar mengangkat kaki yang kan melangkah pun sulit
kupikir ku tak mampu untuk menjejakkannya walau sedikit

sudahlah
kucukupkan semua ini
biarkan aku menikmati karunia alam ini
memandang bidadari cantik
hanya dari sini

Kamis, 30 Desember 2010

Aku Melihat Kamu (Jauh di Sana)

Aku lihat matamu
kosong...

Aku melihatmu
jauh di balik indera mata
mungkin beban, mungkin sedih, mungkin keluh
mengganjal dari binar mata yang redup

Aku tidak melihatmu melihat padaku
aku di hadapanmu
dan kau objek pandangku

untuk apa disini
terus menunggu kau kembali kesini
mungkin karena cerita masa lalu yang terlampau bahagia
yang tidak pernah mampu dihapuskan dari catatan ingatan

saat kau hilang logika
aku tetap setia
setelah alami celaka
aku berusaha membuat kau bahagia
dan saat kini kau amnesia
aku tak pernah tahu harus berbuat apa

dengan hilang semua kenanganmu
bukan sama dengan menghilangkan kenanganku

aku akan selalu terjaga
untuk menatap mata yang hampa
menggali kembali asa
jauh di dalam sana

Aku Melihat Kamu (Itu Aku)

Semudah mencaci
aku membuat kesimpulan
dari secuil perilakumu

Semudah memaki
aku melihatmu
sinis. . .

Terkadang memuji
mungkin hanya sesekali
kagum atas ketidakmampuan sendiri

Aku melihatmu
seperti aku bercermin di pagi hari
di kaca bangunan lusuh kota mati



kebiasaan manusia yang cepat menilai orang lain
bukan karena ia tahu karakter orang yang ia nilai
tapi ia melihatnya dari sisi kehidupannya sendiri
sisi keseharian dan sifat-sifatnya
baik buruk orang karena ia lihat dari dirinya

Jumat, 24 Desember 2010

Ketika Kumohon

Ketika kumohon kekuatan
Allah memberiku kesulitan agar ku kuat
Ketika kumohon kebijaksanaan
Allah memberiku masalah untuk kupecahkan
Ketika kumohon kesejahteraan
Allah memberiku akal untuk berpikir
Ketika kumohon keberanian
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi
Ketika kumohon cinta
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong
Ketika kumohon bantuan
Allah memberiku kesempatan

Aku tidak pernah menerima apa yang kupinta
tapi aku menerima apa yang kubutuhkan


*sebuah rangkaian kalimat yang terdapat dari pesan singkat yang dikirimkan oleh seorang sahabat

Kata Indah dari Pesan Singkat

alangkah syahdu menjadi kepompong
berkarya dalam diam, bertahan dalam kesempitan
tetapi bila ada waktu menjadi kupu-kupu
tak ada pilihan lain selain terbang menari
melantun kebaikan antara bunga
menebar keindahan pada dunia
dan angin pun memeluknya
dalam sejuk wangi surga



Hidup adalah belajar
belajar ikhlas,
walau kadang tak rela
belajar taat, 
walau kadang berat
belajar bertahan,
walau kadang tak kuat
belajar memahami, 
walau kadang tak sehati

belajar tentang kehidupan
belajar menjadi lebih baik
bukan sempurna
karena kesempurnaan bukan milik kita manusia

pesan singkat ini didapat dari seorang teman bernama Ala Nurdin
dia seorang senior saya di kampus
dia juga merupakan pementhor yang saya kagumi

(walau saya jarang ikut menthoring, hehehe)
teman sharing yang menyenangkan juga n.n
saya bisa banyak belajar darinya

Selasa, 14 Desember 2010

cahaya keraguan

cukup waktu untuk memutarkan bumi sekali mengelilingi matahari
dan kini aku merayap di tepi langit mencari kepastian
melewati rekayasa halusnya awan yang seakan lembut tapi menjebak agar terjatuhkan

aku rasa aku telah menggapai sang bintang yang kuimpikan
yang selalu kuperhatikan dan tak lepas dari pengamatan
mata mengintip melihat genggam telapak tangan yang berisi kosong
tangan ini belum menggenggam apapun
bintang pun hanya membalas tatapanku, bukan menghampiri

setiap saat bintang itu berpijar
aku yakini sebuah kepastian dia datang dan terus menerangiku dengan cahaya
tidak peduli ada matahari yang menang kala mewarnai siang
dan malam yang menghapuskan terang

aku hanya melihatmu mengedipkan cahaya
bukan benderang
atau mungkin akulah yang tidak melihat kau benderang
karena ku sendiri tidak melihat terang